My Anniversary Wishes, ya. .?
I wish, ia mencintai apa yang aku cintai. Begitupun aku juga mencintai apa saja yang ia cintai. Sehingga aku bisa memahami setiap kali ia menghabiskan waktu untuk selainku. Misalnya, kedua orangtuanya, saudara-saudaranya, pekerjaannya, sahabat-sahabatnya, hobinya, dan hal lainnya. (Termasuk kalo dia suka duren dan minta kutemenin makan duren, mungkin aku akan tetap makan duren untuknya #for sure? +__+)
I wish, ia akan selalu ada dalam bahagiaku dan akupun juga ada dalam bahagianya. Merasakan bahagia bersama-sama, bukan sendiri-sendiri. Bukankah merasakan bahagia bersama akan jadi lebih baik?(termasuk bahagia makan duren bersama? #kenapa duren lagi sih? -__-
hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, Q/2:187. I wish, aku dapat menutupi kekurangannya , dan begitu pun dia dapat menutupi kekuranganku. Bukankah layaknya puzzle, selalu ada ceruk untuk dimasuki sehingga menjadi sempurna bentuknya. Ia layaknya pakaianku dan aku layaknya pakaiannya. Saling melindungi, menutupi, melengkapi. .
I wish, dengannya aku mendapat teman sejati untuk saling menasihati dalam kebaikan, selalu. Seiring menaiki tangga menuju tingkatan seorang muslim yang pantas mendapatkan jannahNya.
I wish. . . (to be continue..) :)
Indias Nurul Aini
- Ai Yotsuba
- “Jangan Percaya Saya” Saya adalah seorang gadis kecil yang suka berbohong Kalau saya pinokio, maka hidung saya pastilah akan bertambah panjang tiap kali saya tersenyum dan tertawa sambil berkata,”hahaha saya baik-baik saja ^___^ “ dan kalau rahasia bisa diuangkan, pastilah saya sudah kaya raya
Senin, 31 Maret 2014
Minggu, 30 Maret 2014
Sabtu, 11 Januari 2014
Resolusi 2014 ?
aku nggak punya resolusi. krn menurut pengalaman, tiap kali bikin resolusi selalu tidak tercapai. ehehehe #jgn dicontoh deh
Seperti biasa, ada yang bikin kangen kalo sehari aja nggak buka socmed. Bukan apa-apa. Aku punya keluarga yang baru, yang asik buat seru-seruan. keluarga baru yang kudapatkan waku menghabiskan 60hari di Kepulauan Raja Ampat. Lama banget nggak buka fb, iseng2 ku klik tab chatting grup my new family itu. Mau liat topic apa yang sekarang lagi mereka bicarain. Aku jadi berasa paling katro, karena buka internet jarang, WA / line pun nggak ada (semenjak androidku ilang). Jadi, kalo kangen mereka. . aku cuma bisa gigit jari. hiks.
Terakhir kali aku buka chat itu, sekitar 2 minggu yang lalu. Topik yang terpasang di judul tab chat yaitu masih,'wacana ngumpul2 di akhir tahun'. Sekarang topiknya jadi 'Resolusi 2014?'. Mungkin karena topik pertama udah terealisasi. Kumpul2 akhir tahun di warung bakso nya Gaiety dan Sandi. Di sana, kita sabotase tempat makan mereka dengan agenda makan bakso, tuker kado dan performance gonjreng2 gitar. Walau sedikit gaduh, tapi lagu yang dinyanyikan cukup berarti. Tentunya, yang nyanyi2 cuma yang cowok2. Sok-sok akustikan gitu. pake gitar, meja, kecrekan dan ada puisinya juga.
Ngomongin resolusi, sebenernya aku gak bikin resolusi karena sudah terlanjur patah hati. resolusiku hampir nggak pernah berubah setiap tahunnya; nulis buku dan murojaah juga nambah hafalan. tapi ya itu tadi, selalu patah hati di akhir tahun. resolusi yang tidak kunjung ada yang tercapai, malah bikin resolusi itu harus selalu terulang kembali untuk tetap ada di list. nggak ada yang dicoret, apalagi nambah list resolusi. hiks
yang tambah bikin males ngelist resolusi adalah banyak hal hal di luar list, malah kudapatkan. dan juga hal-hal yang tidak kuminta , malah didatangkan.buktinya, taun kmrn ga ada tuh list pengen ketemu kalian2 dan jalan2 ke timur indonesia. Tapi alhamdulilah Allah kasih tuh. . Kalian adalah kado terindah yang kudapat walau kalian nggak pernah ada di list ku. hihi ^^
Smnjak itu, ga pnah tulis RESOLUSI, tp EVAUASI. apa aja yg udah dicapai, udah sampe mana move on nya, dst. Dan aku mensyukuri hal itu.
Seperti biasa, ada yang bikin kangen kalo sehari aja nggak buka socmed. Bukan apa-apa. Aku punya keluarga yang baru, yang asik buat seru-seruan. keluarga baru yang kudapatkan waku menghabiskan 60hari di Kepulauan Raja Ampat. Lama banget nggak buka fb, iseng2 ku klik tab chatting grup my new family itu. Mau liat topic apa yang sekarang lagi mereka bicarain. Aku jadi berasa paling katro, karena buka internet jarang, WA / line pun nggak ada (semenjak androidku ilang). Jadi, kalo kangen mereka. . aku cuma bisa gigit jari. hiks.
Terakhir kali aku buka chat itu, sekitar 2 minggu yang lalu. Topik yang terpasang di judul tab chat yaitu masih,'wacana ngumpul2 di akhir tahun'. Sekarang topiknya jadi 'Resolusi 2014?'. Mungkin karena topik pertama udah terealisasi. Kumpul2 akhir tahun di warung bakso nya Gaiety dan Sandi. Di sana, kita sabotase tempat makan mereka dengan agenda makan bakso, tuker kado dan performance gonjreng2 gitar. Walau sedikit gaduh, tapi lagu yang dinyanyikan cukup berarti. Tentunya, yang nyanyi2 cuma yang cowok2. Sok-sok akustikan gitu. pake gitar, meja, kecrekan dan ada puisinya juga.
Ngomongin resolusi, sebenernya aku gak bikin resolusi karena sudah terlanjur patah hati. resolusiku hampir nggak pernah berubah setiap tahunnya; nulis buku dan murojaah juga nambah hafalan. tapi ya itu tadi, selalu patah hati di akhir tahun. resolusi yang tidak kunjung ada yang tercapai, malah bikin resolusi itu harus selalu terulang kembali untuk tetap ada di list. nggak ada yang dicoret, apalagi nambah list resolusi. hiks
yang tambah bikin males ngelist resolusi adalah banyak hal hal di luar list, malah kudapatkan. dan juga hal-hal yang tidak kuminta , malah didatangkan.buktinya, taun kmrn ga ada tuh list pengen ketemu kalian2 dan jalan2 ke timur indonesia. Tapi alhamdulilah Allah kasih tuh. . Kalian adalah kado terindah yang kudapat walau kalian nggak pernah ada di list ku. hihi ^^
Smnjak itu, ga pnah tulis RESOLUSI, tp EVAUASI. apa aja yg udah dicapai, udah sampe mana move on nya, dst. Dan aku mensyukuri hal itu.
Selasa, 10 Desember 2013
Ini ceritaku, apa ceritamu? ^^
Rezeki yang Allah datangkan untuk kita ada banyak sekali. Yang mana yang didatangkan terlebih
dahulu, tidak ada satu pun manusia yang tahu. Sebagaimanapun rapi manusia
merencanakan, semua akan berujung pada ketentuan Allah.
Bagi saya dan hampir
semua teman-teman wanita yang masih studi, tentunya mempunyai rencana-rencana untuk kapan
menikah. Rata-rata, jawabannya sama,”lulus dulu”, bahkan tidak sedikit ada yang
menambahkan,”kerja dulu”.
Ya, tidak salah sih.. lulus-kerja-menikah-punya anak
memang jadi top survei (kalo ini ibarat kuis famili 100) tentang kronologi
kehidupan yang ideal dan logis. Tapi ada juga yang urutannya kerja-lulus-nikah, karena dia semasa kuliahnya juga disambi kerja,dan malah asyik dengan dunia kerjanya, sehingga dia kerja dulu baru lulus (kenyataan kok, tmn saya ada yg bgini). Ada juga yang nikah dulu, baru kemudian kuliah, lalu lulus dan dapat kerja. Ah, bagi saya, bagaimanapun urutannya, sama saja. .itu cuma alur kehidupan. yang mana yang dijalani lebih dulu,nggak masalah. Fleksibel
saja, sebab semua orang punya cerita dan mengapa dia - begini mengapa dia begitu .. Suatu hal yang ideal, kembali kepada masing-masing yang menjalani.
Bagi saya, menikah itu urusan
yang riskan tetapi juga jangan dijadikan suatu hal yang ditakuti. Kenapa riskan? Pertama, kita tidak pernah tau kapan Allah
menganugerahkan cinta di hati Adam kepada Hawa. Kalau iya sudah mantap, dan
siap, apa lagi yang ditunggu? Bukan terburu-buru, tapi hanya menyegerakan
semuanya menjadi barokah, di mana semua yang kita lakukan atas nama cinta
terhadapnya terhitung pahala. Perlu digarisbawahi ‘sudah mantap dan siap’ dan
itu kembali pada hati masing-masing lho. Kedua, keberhasilan dari pernikahan adalah everlasting. Forever. Sampai maut memisahkan, satu untuk selamanya, sifatnya
dunia-akhirat, tidak main-main lho.
Sedangkan skripsi, adalah satu hal kecil dari tuntutan duniawi. Menjadi
satu langkah kecil untuk kita lewati dengan cara yang baik. Insya Allah selesai
kalau dikerjakan dengan rutin, tekun dan kontinyu. Namun walaupun begitu,
‘bertemu dengan toga’ juga nggak ada yang sepakat bahwa itu hal yang mudah.
Sebab itu juga hal yang membutuhkan perjuangan yang menguras mental, fisik dan
batin. Hhehe.
Saya memutuskan
untuk menikah terlebih dahulu sebab saya ingin menyegerakan kebarokahan untuk
diri saya, dan juga untuk orang lain. Ini lebih ke merupakan bentuk rasa syukur
saya sih,pada akhirnya telah dipertemukan dengan seseorang yang juga udah
nyangkut di hati semenjak saya semester tiga (bocoran nih yee XD). Kebetulan
dia nya juga datangnya kepada saya, bukan yang lain. Dengan hati yang
sebenarnya juga ketar-ketir sebab saya tidak bisa memastikan diakah jodoh saya
walaupun mungkin boleh jadi saya menyukainya. . >_<
Sebut saja dia Si Kakak. Dia satu almamater denganku, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kami terpaut beda 3 generasi (beda angkatan), di saat saya masih angkatan muda, dia sudah angkatan tua Xb
Jadi, otomatis, ketika dia sudah bekerja, saya masih kuliah. Saat itu, suka hanyalah sekedar suka. Biar saja, suka kan manusiawi. Saya saat itu juga belum terpikir akan menikah dalam waktu begini (maksudnya, msh kecil, msh kuliah gitu loh. Nikah? emm rasanya itu nanti2 deh.. ga akan ada yang 'dateng' dlm wkt dekat ini deh kayaknya. Dan seandainya ada, saya kayaknya bakal langsung nolak. secara,.masi kuliah gituu loo). Dan itu lah, sedikit bocoran yaa..jangan pernah berkata seperti ini, nanti kualat kayak saya (lhoo? XD). Iya, sebab itu sama saja mengingkari kuasa Allah. Allah bisa saja datangkan jodoh tiba-tiba jika Dia menghendaki. Seperti itulah, sepertinya saya mendapat sedikit 'teguran' dari perkataan saya yang padahal cuma 'mbatin' itu.
Di saat Si
Kakak sedang bekerja di luar jawa, di pertengahan dan diakhir tahun 2012, ada
dua orang lain yang berniat datang pada saya. Saat itu, apa lah daya. .keduanya
orang yang shalih. Rasanya kayak kesamber petir, bahwa apa yang saya pikir tidak mungkin terjadi, kok yaa malah kejadian. >_< Menolak pun tidak semudah yang dibayangkan. Akhirnya saya banyak merenung dan 'curhat' ke Allah, saya harus apa. Akhirnya, sebagai bentuk 'penerimaan' dari 'teguran' itu, saya hadapi saja. Saya saat itu sadar, betapa saya sudah meragukan kuasa Allah. Segalanya bisa terjadi. Ya, segalanya bisa terjadi. Akhirnya, saya memutuskan untuk berjalan atas 'titah' Nya, kali ini dengan segunung kepercayaan bahwa Allah punya penyelesaian yang indah dibalik semuanya. Yang saya perlu lakukan adalah menyikapi nya dengan baik. Kali ini, saya benar-benar menyerah, mungkin udah lambai2 ke kamera atau lambai2 bendera putih ke Allah. Lambai-lambai ke kamera dan bendera nya diganti sama banyak solat istikhoroh dan berdoa di setiap shalat dan malam hari. Kali ini, sebagai tanda kepasrahan saya, saya lebih suka Allah yang menentukan takdir
saya walau saya mungkin sudah memiliki kecenderungan di hati terhadap
seseorang. Saya hanya berazzam, akan melewatinya dengan apa yang sudah
ditentukan olehNya. Jika ada yang berniat baik pada saya, seandainya saya harus menolaknya,saya akan menolak dengan alasan yang baik (bukan karena subjektivitas krn saya sudah ada kecenderungan pada orang lain). Jikapun saya dipertemukan dengan dia, orang yang saya sukai
pada akhirnya (Si Kakak), saya menginginkan cara yang ahsan (baik). Saya hanya
mencoba mengaplikasikan bahwa YA, RENCANA ALLAH AKAN SELALU LEBIH INDAH. Dan juga sebagai salah satu bentuk 'penebusan dosa' saya yang sudah pernah meragukan Allah secara tidak langsung itu. Kali ini, saya harus yakin bahwa jika memang takdir saya adalah Si Kakak, maka siapapun orang yang saya temui, semuanya itu..akan tetap berakhir pada Si Kakak. Allah punya cerita, Allah punya cara, selalu punya cara..untuk menjadikan sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin, sesuatu yang dulu pernah saya ragukan (walaupun tidak sengaja) melalui batin.
Singkat cerita, saya tidak jadi berproses dengan keduanya. Yang pertama, karena
Allah menimbulkan keraguan di hatinya tentang kesiapan dirinya terhadap saya, secara
tiba-tiba. Wallahua’alam, Allah yang Maha Membolak-balik hati. Sedangkan yang
kedua, dia kakak tingkatku di sekolah dulu. Rupanya, dia masih mengumpulkan keberanian untuk mengatakan langsung pada saya.
Selama ini dia hanya berani bertanya tentangku lewat teman2ku. Apa boleh buat,
bagiku, tidak ada yang perlu direspon. Lagipula, aku juga tidak mengenalnya sama sekali. Hanya tau-tau dia nongol di facebook dan mengenalkan dirinya sebagai alumni sekolah. Seandainya saya berproses dengannya, saya tidak tau apa-apa tentangnya, orangnya yang seperti apa juga saya tidak tau. And....surprise...tidak ada yang pernah
menduga, bahwa kepulangan si Kakak yang pertama kali ke jawa, di cuti
pertamanya..ia benar-benar datang ke rumahku. My home sweet home yang kini jadi tambah sweet karenanya. . hihi ^^
Beberapa minggu setelah Si Kakak melamar saya, kakak kelasku (orang kedua, yang kuceritakan tadi) akhirnya berani mengutarakan maksudnya pada saya. Dan saat itu saya sudah punya jawaban pasti untuknya, bahwa seseorang yang lain telah terlebih dulu menkhitbah saya. Sesuai syariat, tidak boleh ada khitbah di atas khitbah. Ah, tuh kan..saya kemudian membatin, dengan siapa pun saya menikah, sudah kemungkinan besar akan terjadi di tahun 2014 ini. Tapi saya sangat amat bersyukur, bahwa yang datang adalah orang yang saya kenal baik dan memang ada rasa suka terhadapnya. Berharap yang kemarin itu adalah khitbahku yang pertama dan terakhir. Jangan ada lagi. Dan sampai detik ini, saya merasa mendapatkan kemudahan-kemudahan dari Allah dalam menjalani segala sesuatunya yang berkaitan dengan menjelang hari bahagia kami di tahun depan Insya Allah. Saya hanya berharap, semoga kemudahan-kemudahan yang diberikanNya ini merupakan suatu tanda bahwa keridhoan Allah memang ada disini. Aamiin ya Rabbal 'alamiin..
Maka
kujawab begini untuk setiap pertanyaan tentang keputusan menikah sebelum
wisuda, “Doakan lancar aja deh ya,.^^ Mau
gimana lagi, pikirku..bertemu dg jodoh itu lebih sulit daripada mendapatkan
gelar S1. Hehe. Jadi, kalo jodoh udah
datang, ya diterima aja. Ternyata dipertemukan dg jodohnya sebelum dipertemukan
dg toga nih (ewww ^^). Smoga dia adalah jodohku, yang pertama dan terakhir :3”
Semua
orang punya cerita.
Ini
ceritaku, apa ceritamu? ^^
Kamis, 05 Desember 2013
Semacam cerita apa ya
Pada
tahun 2008 di Bandung, ada sebuah kisah nyata yang amat mengharukan.
Ini tentang kisah cinta jarak jauh yang dialami oleh sepasang kekasih
yang bernama Samara dan Ari.
Samara adalah seorang mahasiswi dari sebuah universitas terkenal di
Bandung yang menjalin cinta jarak jauh dengan seorang pemuda baik yang
terpaksa harus meninggalkan Samara ke Papua karena ada kontrak kerja
dengan salah satu perusahaan di Papua, tapi itu tidak akan lama karena
kontraknya hanya 6 bulan apalagi sekarang kan telekomunikasi sudah
lancar apalagi para provider telepon seluler sudah bersaing menawarkan
nelpon murah. Ari sangat mencintai Samara dan begitupun sebaliknya
samara pun sangat mencintai Ari, jadi Sebelum berangkat Ari berjanji
pada Samara kalau ia kembali nanti ia akan melamarnya secara resmi
kepada orangtua Samara, mendengar itu Samara sangat bahagia.
Samara ini mempunyai julukan dari teman-temannya yaitu miss ringring
itu karena kapanpun dan dimanapun Samara berada dia tidak pernah lepas
dari Handponenya, ya sms lah, ya nelpon lah. Selain memang karena sang
pujaan hati yang berada jauh Samara memang dasarnya sangat hobi menelpon
sampai-sampai teman-temannya tidak pernah ada yang absen ditelpon
setiap hari… huh.. mentang-mentang lagi murah dasar miss ringring. Saking
hobinya menelpon, dengan nada bercanda Samara pernah berkata pada
teman-teman dan juga orangtuanya kalau ia meninggal nanti ia mau
dikuburkan bersama HP beserta simcard dan sekalian chargernya.
Kisah tragis itupun dimulai ketika hari kamis sore menjelang maghrib
ketika satu minggu lagi Ari sang pujaan hati akan kembali dari Papua,
ketika itu Samara baru saja pulang kuliah dan seperti biasa Hpnya berada
ditelinganya, tapi karena itulah ketika ia ingin menyeberang ia tidak
memperhatikan sebuah truk yang melaju kencang dan akhirnya ia pun
ditabrak dengan tragis dan sudah bisa ditebak Samara gadis ceria itu
tewas dengan cara yang tragis dengan Hpnya yang masih berada dalam
genggamannya. Semua teman-teman terutama orangtuanya sangat terpukul
dengan kematian Samara yang tragis dan mendadak. Semua orang yang datang
melayat tidak bisa tidak menetskan air mata, apalagi ketika mengetahui
kalau seminggu lagi kekasihnya nya akan datang dan yang lebih
mengharukan lagi sebenarnya Ari kekasih Samara belum mengethui kabar
kematian kekasihnya itu karena tidak ada yang tega menyampaikan berita
duka ini pada Ari.
Keanehan mulai terjadi ketika jenazah Samara akan diangkat menuju
pemakaman, jenazahnya tidak bisa terangkat sedikitpun bahkan dengan
banyak orang. Akhirnya orang pintar didatangkan dan orang pintar itu
memulai aksinya tidak lama kemudian ia berkata pada orangtua Samara
apakah ada pesan dari Samara sebelum meninggal? Orangtua dan teman-teman
samara saling memandang sebelum akhirnya ibu samara mengatakan tentang
keinginan Samara sebelum yang meminta dikuburkan bersama Hpnya. Hp dan
simcard beserta charger milik Samara diambil dan dimasukkan dalam kain
kafan Samara, hasilnya sungguh membuat semua orang yang hadir tercengang
karena setelah itu jenazah Samara dengan mudahnya dapat diangkat dan
selanjutnya dimakamkan.
Kisah mengharukan kembali terjadi ketika keluarga dan teman-teman
Samara memperingati tujuh hari meninggalnya Samara, itu karena saat itu
tiba-tiba di pintu rumah orangtua Samara muncul Ari, senua mata tertuju
pada Ari dan Ari pun bertanya-tanya dalam hati sebelum akhirnya ia
memberanikan diri untuk bertanya; ”ada apa?” Semua orang terdiam tidak
ada yang menjawab, walaupun akhirnya Ari menyadari sendiri keadaan kalau
ini adalah semacam tahlilan dan itu artinya ada yang meninggal, tapi
kelihatannya semua anggota keluarga Samara ada disini, kecuali Samara
sendiri!!! Ya kecuali Samara, Ari akhirnya menyadari ketidakhadiran
Samara, ia pun bertanya dimana Samara? Sekali lagi ia bertanya; “om,
tante, Samara dimana?” Beberapa saat semua orang masih diam, kemudian
dengan suara bergetar ayah samara berkata; “nak Ari sabar ya Samara
sudah meninggalkan kita semua, samara sudah dipanggil oleh Tuhan”. “om
jangan bercanda Samara tidak mungkin meninggal” jawab Ari. “ini
kenyataan nak, kamu harus terimah, seminggu yang lalu Samara mengalami
kecelakaan”. Ayah samara mencoba menjelaskan. Tapi Ari masih tidak
percaya “tidak mungkin Samara meninggal karena sampai hari ini saya
masih berhubungan melalui telepon dan tadi pagi saya masih sms-an ini
buktinya” kata Ari sambil memperlihatkan sms dari Samara. “Atau ada
orang lain yang menggunakan nomor Samara?” tambah Ari. Tapi tentu saja
semua orang sudah tahu kecuali Ari itu tidak mungkin karena Hp dan
Simcard milik Samara sudah dikubur bersama Samara. Mendengar itu Ari
makin merasa aneh dan tentu saja yang lain juga merasakan hal yang sama.
Setelah itu Ari meminta untuk diantar ke makam Samara dan semua orang
yang ada dirumah Samara pun ikut serta menuju makam Samara
Setelah sampai di makam Samara salah seorang teman Samara berkata
kepada Ari agar mencoba menghubungi nomor Samara, tapi belum sempat
menelepon Samara Hp Ari berbunyi dan betapa terkejutnya Ari dan juga
orang lain yang diperlihatkan bahwa yang menelepon adalah Samara. Ayah
Samara megatakan kepada Ari untuk menerimanya dan juga mengaktifkan loudspeakernya.
“halo sayang lagi ngapain?” suara ditelepon itu sangat jelas dan semua
orang dekat Samara sangat mengenal kalau tidak salah lagi itu adalah
suara Samara, seketika itu Ari langsung mematikan Hpnya dan orangtua
Samara kembali memanggil orang pintar, setelah kembali melakukan aksinya
dengan berbagai macam aksi dan dan mantra, tapi ternyata orang pintar
itu tidak bisa langsung memecahkan kasus ini, ia meminta waktu “besok
malam jam 8 tunggulah saya di rumah anda saya akan datang bersama teman
saya dan akan memberikan jawaban atas peristiwa aneh ini”.
Malam yang ditunggu itu pun tiba sang orang pintar datang bersama
temannya seorang paranormal telekomunikasi dan dialah yang akan
menjelaskan permasalahan ini dan jawaban yang ditunggu-tunggu itu pun
keluar dari mulut sang paranormal telekomunikasi…. ,"XL memang mempunyai signal terkuat , dimanapun anda berada, kemanapun anda pergi jaringannya selalu ada"
Heiiii yuuuuuuuuuuuu! yg bkin tulisan ini! saya uda baca serius2 lhoooooo. akhirnya kok ya koplak sekaliii XD XD
Jadi, ini semacam cerita apa yaaa? cerita hantu kah? cerita komedi kah? cerita mistis kah? cerita roman kah? atau cerita tragis? ato malah cerita jebakian betmen? apapun dehhhhh
Jadi, ini semacam cerita apa yaaa? cerita hantu kah? cerita komedi kah? cerita mistis kah? cerita roman kah? atau cerita tragis? ato malah cerita jebakian betmen? apapun dehhhhh
hahaaaa, thx for make me laugh XD
-tulisan ini sy dpt dari http://ichank19.blogspot.com/p/kisah.html-
Minggu, 17 November 2013
Memory
Kali ini, bukan tulisanku. Ini tulisan seseorang. Lagi suka aja baca2 tulisannya,
mungkin kali ini aku lebih mejadi seperti seorang penggemar ya? Hihiii. Yaudaaaaa anggap saja begitu lah... :)
lupa, bisa jadi suatu bncana atau justru menjadi karunia. why?
beberapa orang, dianugerahi karunia photographic memory, dimana dia dapat mengingat tiap detil kejadian yang terjadi dalam waktu yang singkat untuk diingat dalam waktu yang teramat lama. bisa jadi menjadi karunia, karena dapat menjadi senjata yang sangat ampuh untuk mengingat tiap detil dan menghindari keteledoran. namun, bisa jadi menajadi bencana atau semacam "kutukan" bagi beberapa orang. bayangkan, dia akan terus ingat apapun, bahkan hal yang sangat tidak disukainya. ada kenalanku yang mempunyai kemampuan ini, dan bagi dia ini adalah bencana, karena sampai hari ini dia sangat tidak mau melihat bus, kenapa? karena di kendaraan tsb dia kehilangan salah satu orang tuanya, dan dia terus ingat setiap detail kejadian hingga orang tuanya meninggal, dan kejadian itu terus berkelebat. "lupa itu suatu karunia kuh, saya berharap saya dapat melupakan banyak hal yang sangat tidak menyenangkan, sedikitlah bersyukur kamu dapat melupakan kejadian yang tidak kamu sukai"
tapi, lupa juga menjadi bencana, seseorang bisa kehilangan nyawa hanya karena lupa memasang peranti keselamatan. dan, lupa menjadi hal yang sangat menyakitkan ketika perlahan kita melupakan memory-memory yang berharga. pasti sangat menyakitkan, suatu ketika orang-orang sekitar kita tengah berbincang sesuatu di masa lampau, tapi kita sudah tak mengingatnya lagi. kita mencoba menggali memory dalam-dalam tapi tak menemukan apapun dalam ingatan kita. pasti sangat menyakitkan, ketika suatu waktu nanti cucu kita berkunjung tapi kita melupakan cucu kita. dan, pasti sangat sulit rasanya ketika berhadapan dengan orang yang sebelumnya sangat kita sayangi tapi kita tak mengenalinya. dan ketika menyadari, kita tengah mencari-cari rasa yang telah hilang dalam hati, mencoba kembali menggali rasa namun yang ditemukan hanya kerinduan mengingat semua memory itu.
buat "parathomon" (=P), saya sangat suka idemu, record every single moment happen to our life. karna suatu saat kita lupa, kita masih bisa membacanya untuk mengingatnya lagi, atau sekedar tersenyum dan berkata, "oh, saya dulu pernah seperti ini". dan, tanpa disadari kita sedang membuat mesin waktu yang akan menyimpan memory untuk kita kirim ke masa depan, dan di masa depan kita akan kembali ke masa lampau melihat kembali memory itu.
buat siapapun, yang ada dalam hidupku, mungkin nanti satu persatu aku akan lupa denghan kalian hingga aku lupa degan diriku sendiri. but, tiap detik waktu yang kulewati bersama kalian, aku sangat bersyukur pernah dipertemukan dengan kalian... thanks a lot mom, dad, friends, love, brother, sister, teacher, lecturer, and everyone in my life..
beberapa orang, dianugerahi karunia photographic memory, dimana dia dapat mengingat tiap detil kejadian yang terjadi dalam waktu yang singkat untuk diingat dalam waktu yang teramat lama. bisa jadi menjadi karunia, karena dapat menjadi senjata yang sangat ampuh untuk mengingat tiap detil dan menghindari keteledoran. namun, bisa jadi menajadi bencana atau semacam "kutukan" bagi beberapa orang. bayangkan, dia akan terus ingat apapun, bahkan hal yang sangat tidak disukainya. ada kenalanku yang mempunyai kemampuan ini, dan bagi dia ini adalah bencana, karena sampai hari ini dia sangat tidak mau melihat bus, kenapa? karena di kendaraan tsb dia kehilangan salah satu orang tuanya, dan dia terus ingat setiap detail kejadian hingga orang tuanya meninggal, dan kejadian itu terus berkelebat. "lupa itu suatu karunia kuh, saya berharap saya dapat melupakan banyak hal yang sangat tidak menyenangkan, sedikitlah bersyukur kamu dapat melupakan kejadian yang tidak kamu sukai"
tapi, lupa juga menjadi bencana, seseorang bisa kehilangan nyawa hanya karena lupa memasang peranti keselamatan. dan, lupa menjadi hal yang sangat menyakitkan ketika perlahan kita melupakan memory-memory yang berharga. pasti sangat menyakitkan, suatu ketika orang-orang sekitar kita tengah berbincang sesuatu di masa lampau, tapi kita sudah tak mengingatnya lagi. kita mencoba menggali memory dalam-dalam tapi tak menemukan apapun dalam ingatan kita. pasti sangat menyakitkan, ketika suatu waktu nanti cucu kita berkunjung tapi kita melupakan cucu kita. dan, pasti sangat sulit rasanya ketika berhadapan dengan orang yang sebelumnya sangat kita sayangi tapi kita tak mengenalinya. dan ketika menyadari, kita tengah mencari-cari rasa yang telah hilang dalam hati, mencoba kembali menggali rasa namun yang ditemukan hanya kerinduan mengingat semua memory itu.
buat "parathomon" (=P), saya sangat suka idemu, record every single moment happen to our life. karna suatu saat kita lupa, kita masih bisa membacanya untuk mengingatnya lagi, atau sekedar tersenyum dan berkata, "oh, saya dulu pernah seperti ini". dan, tanpa disadari kita sedang membuat mesin waktu yang akan menyimpan memory untuk kita kirim ke masa depan, dan di masa depan kita akan kembali ke masa lampau melihat kembali memory itu.
buat siapapun, yang ada dalam hidupku, mungkin nanti satu persatu aku akan lupa denghan kalian hingga aku lupa degan diriku sendiri. but, tiap detik waktu yang kulewati bersama kalian, aku sangat bersyukur pernah dipertemukan dengan kalian... thanks a lot mom, dad, friends, love, brother, sister, teacher, lecturer, and everyone in my life..
Senin, 11 November 2013
Langganan:
Postingan (Atom)

