Indias Nurul Aini

Foto saya
“Jangan Percaya Saya” Saya adalah seorang gadis kecil yang suka berbohong Kalau saya pinokio, maka hidung saya pastilah akan bertambah panjang tiap kali saya tersenyum dan tertawa sambil berkata,”hahaha saya baik-baik saja ^___^ “ dan kalau rahasia bisa diuangkan, pastilah saya sudah kaya raya

Jumat, 11 Oktober 2013

About Understanding

Di saat aku selalu berusaha memahami orang lain, kenapa tidak ada yang berusaha untuk bisa memahamiku?

Aku berusaha memahami adikku. Oleh karena itu, aku selalu siap tuk menjadi yang selalu kalah untuknya.

Aku berusaha memahami kesibukan teman-temanku. Oleh karena itu, aku lah yang lebih sering menyapu dan mengepel SELURUH lantai ruangan umum yang ada di rumah kontrakan besar yang sekarang kutempati bersama teman-teman. Termasuk juga membersihkan dapur, mencuci piring dan peralatan dapur.

Aku berusaha memahami orangtua ku. Aku meminimalisir meminta uang bulanan. Sebagian biaya hidupku kutanggung dari hasil mengajar privat Nia (kelas VI SD) dan bantu berjualan papercraft di Sunday Morning pada akhir pekan. Kadang juga dari honorarium proyek penelitian di kampus yang diberikan per semester. Baru-baru ini aku sampai menyewakan sebagian kamarku untuk seorang teman. Jadi sekarang aku tinggal sekamar berdua. Lumayan, alokasi uang kontrakan yang diberikan oleh orang tua separuhnya bisa kugunakan untuk hal lain. 

Banyak. Banyak dan masih banyak lagi.
 
Berusaha selalu memahami tidak lantas membuat orang lain berusaha memahamiku juga. Entahlah, atau mungkin yang terjadi sebenarnya adalah mereka sudah mencoba memahamiku. Hanya saja aku orangnya memang sulit untuk dipahami. Iya. Mungkin begitu yaaa..

Aku terus berusaha sebisa mungkin untuk memahami kepribadianku sendiri. Belakangan ini, aku merasa bahwa aku mudah berusaha untuk memahami orang lain walaupun aku harus mengorbankan diriku, waktuku, pikiranku, hartaku bahkan air mataku. (Hmm, kecuali mengorbankan rasa kantuk kayaknya itu susah, Hehe ). Hingga pada saat sekarang ini meski aku tau bahwa orang lain tidak bisa serta merta balas memahamiku, aku tidak berniat untuk jadi yang masa bodoh pada orang lain.

Hingga terkadang orang lain bilang bahwa aku ini 'nurut banget' dan malah ada yang memperdebatkan tentang definisi 'polos' dan 'bodoh'.

Teringat nasehat seorang teman KKN ku yang mungkin sudah gemas kepadaku,"Dunia ini keras. Memang
keras! Jika memang ada yang harus kau tampar, tamparlah! Jika memang ada yang harus kau pukul, pukullah!"

Sayangnya, aku tak pernah tau teman KKN ku yang mana yang menasehatiku seperti itu. Sebab itu ia tulis di atas secarik kertas dan tidak disertai dengan nama. Andai aku tau, aku akan bilang bahwa jika tidak dalam keadaan terdesak dan sangat ingin menampar dan memukul, aku lebih suka diam. Sebab kutau kehidupan ini tidak diam. Tidak akan diam sepertiku. Tuhanpun tidak akan hanya diam sepertiku. Ia lah yang akan 'menampar' dan 'memukulnya', sebab dunia ini selalu 'berputar'. Hidup punya cara tersendiri untuk 'menampar' orang yang perlu 'ditampar' dengan cara yang lebih 'asik' kan?
 
Setelah menjalani semua, aku semakin merasa pemahaman orang lain tentangku bukanlah suatu hal yang mutlak penting. Memangnya siapa aku? Memangnya mereka nggak punya kerjaan lain sehingga harus memahamiku?. Mulai sekarang, ubah niat ketika akan memahami orang lain: aku memahami orang lain karena hanya berharap Tuhan paham tentang diriku. Sehingga selalu menempatkanku di tempat dan peristiwa yang baik.
:)




Pe Er saya dan 'dia'


Untuk dia  yang selalu saya doa kan setiap selesai shalat:

”للَّهُمَّ اِنِّىْ اَسْئَلُكَ حُبَّكَ وَ حُبَّ مَنْ يُّحِبُّكَ وحُبَّ عَمَلٍ يُّقَرِّبُ اِلى حُبِّكَ”

Allahumma inni as aluka hubbak, wa hubba man yuhibbuk, wa hubba kulli ‘amalin yuqarribuni ila hubbik

-Oh Allah, I ask You for Your love and the love of those who love You, and for the love of every action which will bring me closer to Your love-

Dalam buku Ensiklopedi Wanita Muslimah tulisan Haya binti Mubarak Al-Barik (dapet minjem dari temen. Hehe.Yang penting kan usaha dulu. Usaha kan nggak mesti beli. Pinjem juga dihitung usaha lho. Belinya kapan-kapan. Semoga dipertemukan kembali dengan buku ini di sebuah toko buku. Aaamin). Di dalam buku itu disebutkan bahwa ‘ia’ yang diharapkan datang adalah lelaki yang mampu memperlakukan istrinya kelak dengan tuntunan syariat islam. Ia sangat baik dalam memenuhi hak-hak istrinya nanti, Yaitu yang minimal sebagai berikut:

1. Mampu membayar mahar istrinya dengan sempurna (walaupun banyak yang bilang saya suka yang aneh-aneh, tapi untuk urusan mahar tentunya saya nggak ingin mematok mahar yang mahal dan yg susah didapat. Mahar yang saya sungguh hindari adalah berupa uang yang nominalnya melambangkan tanggal pernikahan. Misalnya, menikah di tahun 2014 maka maharnya harus . Rp 2.014. Mau cari di mana uang sepuluh rupiah dan uang 1 rupiah sebanyak 4 keping? Kalaupun ada, pasti susah. Kalaupun tidak susah, pasti mahal <sebab harganya pasti di atas nominal aslinya>. Kalau pun tidak demikian, pasti mahal dan susah. Haha. Kalau saya lebih suka mahar berupa cincin yang gram nya pun nggak usah banyak. Yang penting, itu cincin yang dipilih oleh dia. Bukan dipilih oleh saya)

2. Mampu melapangkan nafkah istri dengan tidak pelit dan tidak berlebih-lebihan (iyep. Betul sekali. J dan untuk itu berarti saya harus latian jadi manager yang baik dulu. Huhuuu)

3. Memperlakukan istri dengan baik, mesra dan lemah lembut (segera blacklist pria yang selalu berbicara dengan nada marah walaupun sebenarnya tidak sedang marah. Juga pria yang selalu menyalahkan dan mengungkit-ungkit kesalahan yang telah/pernah terjadi. Pria itu haruslah yang bicaranya menenangkan dan lemah lembut. Sebab, saya adalah orang yang suka sangat mudah menangis alias cengeng).

4. Meminta pendapat istri dalam urusan rumah tangga dan anak-anak

5. Bersenda gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan (membayangkan punya suami yang bisa selalu membuat suasana jadi ceria. Saat berkumpul dengan keluarga maupun ketika hanya dengan saya )

6. Memaafkan kekurangan istri dan berterima kasih atas kelebihannya (sesekali, memberikan pujian atas kelebihanku <yang juga kayaknya nggak banyak> dan memberikan sesuatu misalnya bunga, sepulang dari kerja <ya biasanya sih klo di film2 kayak gitu. zzz..> sebagai bentuk rasa terima kasih atas sesuatu)

7. Berpenampilan bersih, rapi dan wangi di hadapan istrinya (what about jenggot? walaupun memanjangkan jenggot itu sunnah, tapi. . . . #sayapikir2dulu. kultur di indonesia adalah pria nya berjenggot tipis, jd kl jenggotnya panjang gtu rasanya perlu adaptasi dulu biar ngeliatnya juga terbiasa.  >__< )

8. Membantu istri dalam tugas-tugas rumah tangga yang kadang tidak tertangani (nyetrika, pliss.. saya gak suka nyetrika.mending saya nyuci segunung-gunung deh. hehe)

9. Meringankan pekerjaan istri dengan perlengkapan dapur dan rumah tangga yang memadai bila berkesanggupan (perlengkapan dapur mah yang standar aja. sebab saya juga skill nya masih minimal.hehe)

10. Menempatkan istri di tempat tinggal yang tidak bercampur dengan saudara ipar laki-laki (saya juga ikhtiar untuk mndptkn suami yg dipermudah rezekinya lho. dengan cara rajin membersihkan rumah. ngepel dan nyapu seluruh rumah kontrakan yg skrg kutempati sambil berdoa,"Ya Allah, saya pingin suatu saat bisa ngepel rumah sendiri. rumah yang ditinggali bersama suami. skrg mah nyapu dan ngepelin rumah oranglain dulu. plis ya Allah, pliss..plissssss. ". hehe.

11. Meringankan pekerjaan istri dengan seorang pembantu bila berkesanggupan (tambahan: dan bila menemukan pembantu yang baik. soalnya hari gini susah juga cari pembantu yg baik. actually, sy mengerjakan pkerjaan rumah tanpa pembantu jg gpp sih. hehe)

12. Memerintahkan istri memakai busana muslimah bila keluar rumah (he em. so sweet aja kalo ketika akan bepergian, ada yg ngingetin,"Neng, jilbabnya yang itu agak tipis. kalo kena cahaya kayaknya nerawang deh, coba di dobel. Atau kita cari jilbab yuk nanti habis ini" #maunya! XD

13. Menemani istri bila bepergian (syalalalala ada ojek pribadi, yg sekaligus menjadi bodyguard ^^)

14. Tidak menyiarkan rahasia suami istri (rencananya, cari yang kalem dan nggak banyak nggosip. kan shaleh. ..^^)

15. Menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepada istri (pastilah ia adalah suami yang mampu menjaga istrinya dengan baik, baik lahir maupun batin)

16. Tidak membawa istri ke tempat-tempat maksiat (tambahan: dan ke tempat perkumpulan bapak2 yang di sana nggak ada ibu2 nya. Hehe).

17. Memberi peringatan dan bimbingan yang baik bila istri lalai dari kewajiban

18. Bila sampai harus memukul istri karena alasan syar'i maka ia tidak memukul wajah dan anggota tubuh yang dapat mengakibatkan kerusakan atau berbekas.

19. Memuliakan dan menghubungkan silaturahmi kepada orang tua dan keluarga (minimal, dia orang yang sopan kepada orang tua, dan asik kalo seru-seru an dengan adik laki-lakiku)

20. Memanggil istri dengan panggilan kesukaan (Sementara ini, saya suka nya dipanggil 'Neng')

21. Bekerja sama dengan istri dalam taat kepada Allah Subhanallahu wata'ala (Dia selalu mengajakku puasa sunnah, mengingatkan untuk shalat dhuha, membangunkan untuk Qiyamul Lail, mengingatkanku ‘Hayo, Neng,hari ini udah tadarus belum?”. Di akhir pekan dia mengajak saya untuk mendatangi kajian di majelis ilmu. Dan mudah-mudahan di setiap bulannya bisa mendiskusikan bulan ini mau infaq berapa dan diinfaqkan di mana juga membicarakan kapan akan berangkat haji sama-sama sehingga seawal mungkin saya dapat mengalokasikan biaya untuk tabungan haji. #kan udah jadi manager keuangan gitu lohhhhh. hihi)

Hmm... kriterianya banyak banget ya? Ah nggak juga. Sebab ‘Pe Er’ saya juga cukup banyak.  Mau tau Pe Er saya dan para wanita di dunia ini?

Dengarkan nasihat Asma’ binti Kharijah Al-Fazzariyah kepada putrinya, “Wahai putriku! Engkau akan keluar dari sarang yang telah membesarkanmu, menuju sarang yang belum engkau kenali dan pendamping yang  belum pernah bersanding denganmu. Maka jadilah bumi baginya, niscaya dia akan menjadi langit bagimu. Jadilah ayunan baginya, niscaya dia akan menjadi sendi bagimu. Jadilah budak baginya, niscaya dia akan menjadi hamba bagimu. Janganlah memaksanya sehingga dia akan membencimu. Janganlah engkau menjauhinya. Jika dia mendekatimu, maka semakin mendekatlah kepadanya. Jika dia menghindarimu, maka jauhilah dia. Jagalah hidung, pendengaran dan matanya. Janganlah dia mencium dari dirimu kecuali yang harum. Janganlah mendengar perkataan darimu kecuali yang baik-baik, dan janganlah memandang dari dirimu kecuali yang indah”

Di sisi lain, ada tambahan begini juga..

Tunduk kepadanya dengan penuh kerelaan, mendengar dan taat kepadanya dengan cara yang baik.

Memperhatikan waktu tidur dan makannya. Karena rasa lapar yang melilit itu bisa membara dan serangan kantuk bisa membakar amarah.

Menjaga hartanya, memperhatikan kerabat dan saudara-saudaranya. Kemampuan dalam menjaga harta adalah mengukurnya dengan cara yang baik dan kemampuan menjaga saudara adalah mengurus dengan cara yang baik.

Janganlah membangkang perintahnya dan jangan membocorkan rahasianya. Sebab jika engkau menyalahi perintahnya, berarti engkau telah membakar dadanya.

Janganlah engkau memperlihatkan kegembiraan di hadapannya jika dia sedang bersedih dan janganlah memperlihatkan kemuraman jika dia sedang gembira.

Saya merasa masih dalam proses untuk bisa ‘mengerjakan Pe Er ‘ saya itu. Dan begitupun dengan dia. Saya yakin dia juga sedang ada di dunia ini dan sama seperti saya, juga sedang berusaha ‘mengerjakan Pe Er’ nya. Hehe..

Let’s do the best to find the best!
^____^

Selasa, 08 Oktober 2013

kalau kau sibuk

angin, tanyakan padanya,
aku harus apa.

sekali-kali kuingin tau, bagaimana kalau kupergi.

mungkin ke balik awan.

mungkin juga dibalik gunung.

atau diculik minion.

bahkan bersembunyi di kepala megamind.

di mana saja.
terserah.

mau kuberi tau satu  hal?
percayalah kau tak akan mencariku.
kalau kau selalu sibuk.

Sepi

berkawan sepi
bersua dalam mimpi
bicara pada bayangan cermin bahkan mungkin lebih baik kali ini

halo bayanganku, mengapa kau pun tampak bersedih
kau tau hari ini tak sepenuhnya sepi
setidaknya, aku di sini

tersenyumlah, terus seperti bidadari
kepadanya, bukankah sepasang sayap telah kau beri?
sepasang sayap untuknya terbang bebas namun selalu memberi alamat tuk kembali . . .


Senin, 07 Oktober 2013

Mitos Tentang Sukses

Sukses itu apa?


Ketika bayi, sukses adalah bisa duduk tegak, merangkak, bicara, dan berjalan di masa-masa yang biasanya bayi lain sudah memiliki kemampuan untuk itu.

Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar, sukses adalah The Best Ten. Rangking 1, maka paling sukses.

Ketika beranjak ke bangku Sekolah Menengah Pertama, sukses adalah lulus dengan NEM yang cukup untuk masuk ke SMA favorit.

Ketika sampai kepada Sekolah Menengah Atas, sukses adalah lulus dengan NEM tinggi dan mampu diterima di Perguruan Tinggi Negeri

 Ketika di Perguruan Tinggi, sukses adalah lulus kuliah minimal tepat waktu dengan IPK minimal 3,00 atau syukur-syukur, cumlaude.

Ketika telah menjadi sarjana, sukses adalah diterima bekerja alias tidak menjadi pengangguran.

Lalu di dunia kerja, sukses adalah yang ada di posisi dengan gaji besar (belum tau  juga sih, wong belum ngalamin. hhe..)

Bekerja namun belum married? Nonono, at that time, jomblo is not good. Pasti banyak yang bertanya,"kapan menikah?".  Sudah bekerja namun belum bertemu jodoh adalah kesuksesan yang belum sempurna (nggak tau juga sih, ini juga masih katanya. hhe..)

Ketika menikah, sukses adalah memiliki momongan. Menikah tanpa dapat menghasilkan keturunan, itu tidak sukses.

Dan itu semua adalah, KATANYA.
Mitos tentang sukses, ternyata amat mengerikan. Belum cukup sampai di sini,pasangan yang sudah dikaruniai keturunan pun kadang masih ditanya,"kapan si kakak punya adik?" 

Dan yang akan terjadi selanjutnya adalah kesuksesan si  orang tua akan dilihat dari kesuksesan si anak. 
Dimulai dari bayi (perkembangannya apakah normal, kapan bisa duduk, kpn bs berdiri dan akan menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi orangtuanya ketika buah hatinya mungkin agak terlambat atau terlalu cepat)

, lalu SD (rangking atau tidak), masuk SMP dan SMA favorit atau tidak, masuk PTN atau swasta, si anak cumlaude atau kemelut, mendapatkan jodoh atau tidak, kalau sudah dapat, maka kehadiran cucu yang kemudian 'ditagih-tagih'. Semua itu menjadi tolak ukur kesuksesan para orangtua dalam mendidik anak.

Semua itu adalah 'standar sukses' yang tidak akan pernah habis digulirkan oleh manusia.

Bisa dibayangkan, siapakah yang akan lelah?

Yang lelah adalah manusia yang dalam hidupnya selalu disibukkan oleh usaha untuk memenuhi standar sukses dari orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Sehingga tanpa disadari, kenikmatan menjalani hidup tidak lagi terasa, yang ada malah keharusan untuk menjalani semuanya. Sebisa mungkin seperfect apa yang ORANG-ORANG INGINKAN TERHADAP KITA.

Anak lain begini, maka kita harus begitu.
Teman kita begini , maka kita jadi ingin begitu.
Mungkin jadi lupa bertanya, APA YANG KITA INGINKAN TERHADAP DIRI KITA.

Menyamakan ritme kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Perlukah?

Menjadi terlihat hebat (atau paling tidak) sama hebatnya seperti orang lain. Haruskah?
Jawabannya adalah:

Terkadang, yang perlu dilakukan adalah menyikapi diri sendiri secara bijaksana.
Bagaimanapun, kita adalah kita. Dengan segenap peristiwa kehidupan yang tentunya tak sama dengan orang lain.


"Sangatlah tidak bijaksana untuk  kecewa terhadap diri sendiri hanya karena ia gagal menjadi seperti orang lain"



You have your own way to be success!


Kamis, 03 Oktober 2013

Kangen

Sekarang pukul 14. 25 WIB . Entah kenapa, tiba-tiba teringat anak-anak TPA AMM di Kotagede sana, tempatku mengajar dulu. Kangen, rasanya. Jadi, iseng-iseng saya buka catatan lama tentang hari-hari saya ketika msih menhajar dulu.
Ini catatan tanggal 26 Januarii dan 28 Februari 2013.
Membacanya kembali, jadi seperti sedang ada di ruang kelas bersama mereka. :')

AMM 26 Januari 2013
Apa yang terjadi di kantor guru?
Bu Latifah jualan jilbab dan baju muslimah/koko.
Aku lupa isi presensi. Tadi dateng jam 14.25 padahal.  Dari kemarin nyobain, ternyata enakan dateng akhir2, tapi gak telat. Trus langsung ke kelas. Kelas siang bubar, lgsg solat ashar, hbs  solat ashar lgsg mkn snack dan habisin minum. Trus lgsg ikut solat sore, lalu ke kelas. Lalu langsung pulang =D
Apa yang terjadi di kelas Siang (C) dan kelas sore (G) hari ini?
Hari ini . .
Inan mood nya lagi bagus. Semangat ngaji, mau solat , tertawa dan tersenyum terus, hari ini dia ceria. ^^ Biasanya, klo lagi gak mood, diem aja. Gak mau ngaji , gak mau solat, gak mau ngomong, gak mau melihat orang yang diajak bicara, gak tersenyum. Kayak patung, pokoknya.
Si Rajin Ratih gak masuk. Kenapa ya? Hm....
Calista sama Naufal berantem.
Rasya maunya ngaji sama ‘Bu Aini’ thok  -_______-
Hafidz ngasi minum ke Calista sama Aimma pake mimik pantomim. Hahaha..

AMM, 28 Februari 2013
Apa yang terjadi di kantor guru?
Hari ini hari gajian. Kecuali saya...saya gajiannya tanggal 18. Cemungutttt!!
=D
Eh iya. Kmrn gak nulis ya. Kmrn saya dibilang pak mahmud, kayak anak semester 4, bukn smester 8. Hihihi . hidup imoet!
=3

Apa yang terjadi di kelas Siang (C) dan kelas sore (G) hari ini?
Hari ini . .
Inan.
Inan duduk di bangku belakang bareng Ali. Inan berantem sama Ali. Nah Ali nangis, deh...akhirnya Ali digendong sama Bu Fitri, sampai nangisnya berhenti. Inan duduk di kursinya dg ekspresi poker face. Lalu lempar pensil. Disusul lempar buku.  Tapi kita cuekin aja. Lalu inan memungut pensil, buku dan tas nya.Duduk di kursi, masih poker face. Dideketin sama Bu Mufti.Eh...lempar pensil, buku dan tas lagi. Dijauhin bu mufti, barang2ya dipungutin lagi. Trus Inan jalan ke pintu, tendang2 pintu. Lalu nyeret meja, dijungkir balikin. Dideketin Bu Mufti, Bu Mufti ditendangin. Tempat sampah dibalik.
-___-“
Pintu digebrak2,
“Inan! Inan punya telinga gak?!”,akhirnya Bu Fitri mbentak karena bikin temen2nya pada takut dan gak konsen.
Inan diem. Trus pintu dibuka. Lempar tas keluar, gelesotan sambil jebret2 pintu. Pak Mahmud , guru dari kelas lain dateng. Ndeketin Inan. Inan ngeluarin  buku – bukunya dan dilempar – lempar..
“Bu, takut...”, kata Hanun pada saya. saya nyengir.
“Udah Pak Mahmud, biarin aja! Itu Inan kalo dideketin malah menjadi-jadi”, kata Bu Fitri.
“Oke. Yaudah, ini Inan kita diemin aja , oke? Oke anak-anak?”, kata Pak Mahmud ke anak-anak kelas kami.
“Okeeeee”, sahut anak-anak.
Lalu Pak Mahmud pergi, Kita sibuk-sibuk lagi sama anak2 yg lain, Inan sendirian di pintu.
“Mas Inan, kalo mau pulang, pulang aja. Kalo mau masuk, masuk!”, Kata Bu Fitri.
Haihhh...Inan.  Kalo lagi mood, menyenangkan sekali. Tapi kalo lg gak  mood, nyebelin bangetttttttttttttt.



Adinda
Adinda kemarin ulang tahun ke-5 dan bertepatan dia EBTA sama Bu Eva, naik jadi iqro 5. Selamat ya Dindaaaaaa.. ^___^

Naufal Dafa
Naufal hari ini nempel bgt sama saya. Hahahahaha

Bella, Zara, Hanun
Bella sama Zara berantem. Hanun lapor pada saya, sambil membawa para tersangka.
“Bu nih bu,,.. Bella sama Zara nih buuuu..”, kata Hanun.
Bella sama Zara salah-salahan.
“Bella duluan, Bu,,”
“Ih enggak Bu, Zara duluan yang nggituin akuuuuuuu”
-____-
“Nggak gitu nggak gitu. Nggak usah nunjukin siapa yang salah duluan. Yang penting adalah siapa yang minta maaf duluan. Hayo siapa yang mau minta maaf duluan??”
Mereka tatap-tatapan sambil cemberut. Hanun melihat ke arah saya, Bella dan Zara bergantian.
“Hayo, siapa yang mau minta maaf duluan, dia yang lebih baik!”, kata saya
Sejenak, mereka berdua melirik pada saya, lalu saling mengulurkan tangan.
“Nah, gitu dong! “, saya tertawa sambil menggenggam tangan mereka. Ngecek, apa beneran maafannya. Jangan2 kyk kmrn, habis berantem,Calista jabat tangan sama Naufal, tapi ternyata setelah dicek, mereka gremet2 an tangan, saling nyakitin pake kuku. -___-“
Tapi Zara sama Bella maafan beneran kok ternyata ^____^
“Yaudah, sana main lagi ya.. Mbak Hanun temenin Mbak Bella sama Mbak Zara main , yaa..jagain jangan berantem. Bisa, mbak hanun?”, Hanun mengangguk mantap lalu menggandeng tangan Bella dan Zara yang sudah tersenyum lagi.
“Yuk, daripada berantem kita main yuk. Kita buang sampah yukkkk”, ajak Hanun.
Saya sempet bengong sih, kok diajak mainnya buang sampah yg td habis ditendang2 Inan? XD
Tapi ajakan Hanun direspon gembira sama Bella ,”Yuk, ayo buang sampah yukkkkk!” dan tawa lepas dari Zara.
Hmm..baiklah, apapun  deh,.... Proud of them ^^b

Rafif dan Hafiidz
Trus karena hari ini akhir bulan.. hari ini menghitung bintang.  Rafif dan Hafidz dapet bintang 4, paling byk diantara temen2nya yg sekelas. Besok mrk dapet hadiah ^__^
Hafiidz hari ini ngaji dengan saya. Dia sudah iqro 5. Dan tadi ketika ngaji, sudah lancar. Awalnya besok halaman itu harus diulang lagi, tapi seperti biasa...dia selalu bilang,”Bu benerinnya sekarang aja, mana tadi yg salah..hafiidz benerin sekarang aja”. Hahaha...yaa, jadinya dia lancar sekali di halaman itu. Gak cukup sampe disitu, hafiidz minta ngaji lagi lgsg ke halaman berikutnya lagi,”biar cepet iqro 6, bu! Ayo bu ngaji lagi!” ^____^

Hafidz. Coretan di pipi nya itu sebenernya hukuman dari Bu Fitri. Tapi dia malah suka. Astagaaa ^^


Rasya
Hari ini Rasya ngaji iqro dengan saya. Tapi kok dia nggak mau nulis.  Eh ternyata dia nggak mau nulis karena gak bawa buku sama pensil. Gak bawa peci pula  -_____-
Dan ketika ngaji, susah bgt ngajarin dia baca huruf  ‘a. Pasti  bacanya, ‘nga’. Hhahaha
Sampe minta bantuan ke Naufal, Rafif sama Hafiidz buat ngajarin Rasya. Ahahahaha XD
Hri ini saya mainnya full sama anak putra. Terutama pas kelas sore. Soalnya mereka hari ini yg laki2 ribut banget, lari ke sana kemari. Sedangkan yang anak perempuan yg dateng Cuma sedikit dan pada anteng-anteng. Cuma ada Asha, Hanifah, Anna,Luna, Keisha.   Si Rajin Ratih gak masuk (jangn2 sakit lagi), Aimaa gak masuk, Si Tomboy Calista juga nggak masuk, Nara nggak masuk. Yang laki-laki yang gak masuk Cuma Ashraf. Kenapa yaaaaa *__*
Dan hari ini saya mengimami mereka shalat ashar. Ini pertama kalinya buat saya. Hihihi ^__^
Sebelum shalat dimulai, saya dekati dulu anak-anak, saya sudah pakai mukena. Lalu anak-anak putri yang bawa mukena ikut2 dipakai mukenanya. Di shalat ashar ini, saya bertemu dengan anak-anak dari kelas lain dan tentu saja saya belum hafal nama-namanya.
“Ini siapa namanya?”,sapa saya pada seorang anak perempuan
“Aish,bu..”, dia tersenyum.
“Ibu namanya bu siapa?”, tanyanya.
“Bu aini. “
“Aku juga punya temen namanya aini..”, ujarnya.
Tiba-tiba ada yang menepuuk dari belakang.
“eh..ini...mas raka ya??”, tebakku.
Dia mengangguk.
“mas raka yang shalatnya selalu ribut yaaa. Sering dimarahi Bu Dewi ya.. hayooooo...”, saya menjawil pipinya. Raka tersenyum mengangguk mantap.
“nanti solatnya yang bagus yaaa. Jangan kayak kemaren2 yaa,..”
Raka mengangguk.
“Mbak aish juga ya nanti solatnya jangan tolah-toleh. Liat ke tempat sujud. Oke?”
Aish mengangguk,
^___^
“aku juga bu!” seorang anak laki-laki berdiri di samping Raka.
“Lhaaaa ini mesti mas fadhil. Ya kan? Yg suka berisik juga kalo solat, mainan terus. Hayooo”
Fadhil menunduk sambil tersenyum2.
“nanti mas fadhil solatnyya yang bagus juga,ya? Oke?”, kataku. Wah..seneng deh kalo anak2 pada antusias begini, ^__^
Trus saya dibantu guru lain yang sudah datang, meluruskan shaff anak-anak. 
“Bu aku iqomah bu! Aku mau iqomah!”, sahut Naufal sambil mengacung-acungkan tangan kanannya ke arahku.
“Aku bu..aku juga mau iqomah”, sahut seorang anak. Lupa namanya -__-“
Intinya dua anak itu nggak ada yg mau ngalah, dan akhirnya kusuruh suit. Akhirnya yang iqomah yang anak kulupa namanya itu. Hehe
Dannn....ajaib...subhanallah kali ini anak-anak beneran anteng sholatnya. Yang anak perempuan anteng semua, yang  laki-laki, anteng semua juga kecuali barisannya naufal. Alhamduulilah tuh raka sama fadhil kata guru2 jadi anteng gak kayak biasanya. Hehehe ^___^

Rabu, 02 Oktober 2013

Anak-anak

Kesimpulan saya, di belahan dunia manapun, anak-anak tetaplah sama.
Semangat yang sama,
Kepolosan yang sama.
Makanya di manapun ada anak-anak, statement orang dewasa selalu sama,"Ah namanya juga anak-anak"
:)